Selamat Pagi


Ketidakberdayaanku membangunkan deru napasmu membuatku bertanya.

Apa yang mematahkan desah lugu itu. Saat kamu menggigil, mengisap jemari dulu, aku disitu. Mengusap sepimu. Mengendap ke balik bajumu.

Ketidakberdayaanku mengecup puing sesalmu menimbun tanya di pojok percakapan kita di sela teh manis hangat.

Apa yang meresahkan dua pasang mata yang dulu meliar membabi buta menerkam puting payudaraku.

Saat kamu kehilangan rasa aman di ambang keputusasaan, aku disitu. Mengelus rambutmu dengan doa semoga hari esok membelaimu dengan kabar baik.

Ketidakberdayaanku mengorek perasaanmu membuatku menulis daftar pertanyaan panjang. Seperti bon makan malam kita yang tak pernah terbayarkan.

Adzan subuh membangunkanku. Di ujung sepi yang mulai meleleh menjadi raung pujian atas-Nya, air mataku berlarian ke pipi.


"Aku kangen".
Delivered

New Dress In My Closet



Saya tidak tahu itu terusan punya siapa. Pagi hari sudah ada di dalam lemari baju saya.
Warnanya merah menyala. Seperti perhatian kamu yang tidak henti-hentinya pada saya.

Pagi hari sudah ada 5 pesan singkat. 2 panggilan yang tidak terjawab.

Saya seperti sedang mabuk tanpa alkohol. Tanpa obat-obatan. Tanpa ganja. Tanpa suntikan apapun seperti di film 'Trainspotting'.

Saya membuka lemari setiap hari. Terusan itu tetap ada di lemari. Tidak tahu punya siapa. Tiba-tiba ada disana.


Perlahan warna merahnya memudar.

Tidak ada balasan pesan singkat pagi-pagi. Tidak lagi ada klakson mobil di malam hari. Tidak lagi ada panggilan tak terjawab. Yang ada, telepon dari saya tidak diangkat-angkat.

Perlahan, warna merahnya memudar.
Pindah, berpendar ke langit-langit mulut saya yang tercekat akan bentakan kamu yang tiba-tiba, bantingan pintu kamar saat lampu masih menyala, sengaja membangunkan saya, menyuruh saya pulang ke rumah.

Warna merahnya pindah.
Ke luka dalam mata, yang menahan tangis dan kecewa-kecewa.
Pindah ke dalam nafas yang dengan berat hati membiarkan kamu menelan kenyataan.

Warna merahnya pindah ke amarah suara saya yang bergetar.
Saat semua perhatian cuma kamu anggap bualan dan candaan.

Terusan itu tiba-tiba bilang,
"Coba pakai".

Aku berkaca.

Mirip sekali aku dengan mantan istrimu.

Break

Apart from writing poem I make music with my Bogorian fellow. It's free download (or maybe you can add tip) here:




Thank you for being so patient waiting for the updates. I'm still busy with my brother's post-wedding stuffs.

You

Calm my nerve.
And soothe the roughest edge of my fiery rage.
#ftsu

#ssssh


Go go to the top of the mountain and let's jump to the core of delirium's castle. Let's start the battle. 

Dance me, devil. Let's go to the disco and make me diva, do the favour and you shall be vanished forever! 


One day. You and I will be naked in one room on judgment day. And we'll still be laughing out loud for life we've wasted. 

Nothing's too serious unless we breathe in and out together to create the rarest satisfaction of mixed-emotion celebration. 

FTSU more..and more.





Your heart is my home. A place I don't wanna leave. A space where I'll be spending my old days. 


Hun. A good night kiss is well wrapped in your pillow. Have a nice dream okay :) 


I run outta words to describe how I wish my house is your room. With one desk lamp on through the night we'll share heart codes and symbols. 


I love you. Words are just to shallow and silent is just too naïve.


you right.no one will trust til they feel it.the love,rush from the heart to eyes,to stream of tears,to realize it's such a blessing.


"I love you," I said. Repeatedly when you put your sleepy head on my lap. You fast asleep. "And sometimes it chocked me too tight". 


You fresh milky skin and Sebamed-scent cheeks. I don't need good atmosphere to type few fucking cheesy lines if I cud have dat luxury. 


Solitude escape through rain and thunder is not complete without broken hearted songs. 

Amin

Tertegun, di pusara waktu yang membawa saya ke angan akan kamu.
Cemburu akan waktu yang lalu lalang membawa kita ke petang yang sama.
Petang yang membawa tawa, dan tanda tanya.

Saya sering.
Menemukanmu di pinggir cangkir kopi yang saya teguk.
Mendapatkanmu terselip di kata-kata manis puisi yang saya baca.
Saya sering.
Menyekamu di sela air mata yang bertubi jatuh ke bantal tiap malam.

Lebih sering.
Mengucap nama di tengah doa yang diucap tak bersuara tiap malam.
Sebelum tidur.

FTSU Series Part Two



Sometimes, missing-you moment chokes me too tight. 


Above all those childish whimpering stuffs, deep kiss was all I need. Deep. Warm. Dry kiss. A bit wet on bottom lips... 
...Let's make it simple. Let's just have a deep kiss. Let's soften the rough surface of our emotion. 


You flooded me with simple things. Am drown, not really prepared for everything. 


Like a shrub among palm trees, am longing for dry season of missing you. 


If only. We live under the same roof tonight, I will stay awake staring at the pillow, peeking from ur shoulder. 


Are you mocking at me? You're surely do. I can't have a good night sleep since you're holding my dream still. Tightly. 


I constantly breathing in what we had done today, yesterday, last week, and I'm able to reeling few songs from ur CD. That's. Period.

FTSU Series on Twitter



And the stream on my face will tell you how much I miss the late night talking, and late night laugh, and your little touch. #ftsu

Saat semuanya diam, yang bicara itu cuma mimpi dan harapan yang terbuang. Yang sakit cuma hati. Deep down inside u're still my galaxy. #ftsu

And rain brings my tears to your ocean of understanding. #ftsu

If I could just wake up, I would wake up with u in front of me smiling like a baby and gimme little kiss. #ftsu

I need a private room. To be with you. To talk to you. To let your fingers brush my hair. Your heart, is something to die for. #ftsu

I'm sailing to my empty room to find my self before I'm able to turn on my radar to find you. Your signal now, is too low. #ftsu

 I can't imagine someone sleeps beside you and brushes your hair while your sleeping. Kissing your cheek sweetly. I can't. #ftsu

I should've loved you secretly. So the pain will hide. So the tears will dry. So we can talk as much as we want! #ftsu

*Kadang kemana-mana ngga bawa laptop ataupun alat tulis, jadinya update di twitter dengan hashtag #ftsu*

Bercinta





Sebenarnya kagalauan berdansa di kepala saya sekarang.
Kesengsaraan atas kamu yang menganggap saya cuma debu yang menempel di bantal.
Tolong.
Saya kehilangan identitas.
Saya.
Penuh.
Amarah.

Fuck.
Please let me know if you want war.

Jari saya nanti mencakar mata kamu.
Kaki saya membuat kepalamu berdarah-darah.

Tanpa pisau,
saya bisa mengambil hatimu di dalam sana.

Bilang saja kalau sudah siap.
Rambut palsumu, dan kelamin betina itu.
Saya siap merobeknya.

Selasa Malam


Rasa sakit dalam hati, bisa tersisa bisa pergi. Tapi, saat menatap dalam matamu yang cekung, aku merasa tidak ada yang perlu aku tangisi. Luka itu memang selalu datang, tapi tidak untuk singgah semalam. Bisa hanya beberapa jam, bisa sampai seharian, sebulan, tahunan. Tapi saat memalingkan mataku ke dalam matamu, ada cahaya yang tidak pernah redup. Cahaya yang senantiasa bicara, "aku akan peluk kamu sampai tangismu mereda".

Redanya tangisku, membuat cahayamu meredup.

"Kamu tidak membutuhkan aku saat bisa tertawa lepas".

Aku kembali berkaca-kaca. Apa bisa aku kuat tanpa pelukan kamu?

Seperti orang bodoh, menunggu kabar dari timeline yang tak kunjung datang.

"Kamu akan baik-baik saja," aku mengutip kata-katamu.

Aku menangis. Tapi aku tidak meredup. Keinginanku untuk bertemu denganmu tidak meredup.
Aku terus menangis, tapi aku tidak meredup. Aku melihatmu di ujung tujuanku.

Itu.
Kekuatan itu, yang tidak bisa aku raih sekarang. Aku harus kembali melewati beribu lapisan tangis. Beribu level kesesakan. Aku terus mengejarmu.

Kekuatan itu yang aku butuhkan.

Keyakinan kamu masih menunggu, di ujung jalan. Sampai aku kuat dan tinggi, sampai aku memakai mahkota putri. Kamu disana, di ujung tujuanku, tetap bersinar, walaupun hanya setitik tapi kamu ada.

Keyakinan itu, yang menuntunku, menuntun rasa rindu berkepanjanganku, bertahan sampai akhir.
Sampai akhir saat aku kelelahan kehabisan napas.
Sampai akhir.

Sampai cuma aku yang menatap mata cekungmu.
Bukan dia, atau siapa-siapa.

Sampai akhir.
Aku akan berlari menuju cahayamu.
Supaya cuma aku
yang bisa memeluk dan bernapas di balik tubuh rapuhmu.


(lagi dengerin Sara Bareilles- The Light)

Shit

Photobucket

Kenapa.
Saya.
Harus.
Menangis.
Mengingat.
Ciuman.
Kita.
Di.
Dini.
Hari.
Begini.

(Bangsat)