Bisakah?

Saya menggigit kuku.
Gemetaran.
Lalu memeluk lutut.
Sendirian.

Di luar kamar terdengar teriakan.
Di luar kamar terdengar bentakan-bentakan.

Kali ini saya gigit jari.
Telunjuk tangan kiri.
Lalu memeluk guling.
Menahan pening.

Di luar kamar terdengar suara pecahan.
Di luar kamar terdengar teriakan.

Saya mengatur napas.
Mengatur isak.
Jangan sampai terdengar.
Jangan ikut menambah hangar bingar.

Di luar kamar sudah cukup menggelegar.
Di luar kamar sudah penuh kata-kata kasar.

Kemudian saya menghapus air mata.
Menenangkan isak yang sebelumnya melanda.
Masih gemetaran.
Masih sendirian.

Di luar kamar masih menggelegar.
Di luar kamar keduanya masih berkata-kata kasar.

Saya sudah lebih baik sekarang.
Dengan jarum suntik di tangan.
Dengan beberapa tusukan di sendi lengan.

Hingar bingar tidak lagi memenuhi gendang telinga.



21 sept 07
...korbannya banyak, njing!

No comments: