Entah

Kamu malam itu
matanya sayu
Aku malam itu
sedang dalam keadaan yang tidak becus
Lalu setelah itu
Kita sama-sama buka baju
Dan melakukan ini-itu
Entah sadar atau linglung

Kamu malam itu menyentuh semua punyaku
Aku malam itu menyentuh semua punyamu
Lalu setelah itu
Kita sama-sama bangun
Dan pergi ke dapur
Entah sadar atau linglung

Kamu di dapur menggoreng nugget dan sosis
Untuk dua orang
Aku di dapur membuat cappuccino dan roti panggang
Untuk dua orang
Lalu setelah itu
Kita sama-sama duduk di sofa di depan televisi
Dan menonton Oprah Winfrey’s Show

Kamu malam itu membicarakan tentang hubungan kita
Aku saat itu bertanya kembali padamu apa maksudnya
Kamu sambil menguyah nugget berkata,
“Sebaiknya kita menikah saja.”
Aku sambil menyeruput cappuccino berkilah,
“Kamu ‘kan tahu kita masih muda.”
Kamu masih mengunyah nugget
“Saya cukup mapan. Kamu tahu itu.”
Saya menyukai cappuccino
“Saya cukup takut. Kamu seharusnya tahu.”
Lalu setelah itu
Kita sama-sama pergi ke kamarmu
(lagi, untuk yang kedua kali di malam yang sama)
Dan (kembali) membuka baju
Entah sadar atau linglung

Kamu malam itu
Matanya sayu
Aku malam itu
Sedang dalam keadaan yang tidak becus
Dan kita kerap melakukan permainan
Yang itu-itu juga
Setiap malam
Tanpa tahu jawaban
Tanpa punya harapan

Kamu malam itu
Matanya sayu
Aku malam itu
Sedang dalam keadaan yang tidak becus
Lalu setelah itu
Kita saling bunuh
Dan bertindihan tanpa baju melekat di tubuhEntah sadar entah linglung

No comments: