Haha!

Saya bingung. Dengan pola pikir teman-teman sebaya saya yang kadang-kadang suka menganggap remeh orang lain padahal mereka sendiri belum tentu benar keadaannya.
Mereka seenaknya menghakimi orang. Dan, sayangnya, itu membuat saya muak.
Saya punya teman yang jungkie, lalu teman saya yang lain yang juga teman dari teman saya yang junkie itu berkata, “Yaah, sebenarnya dia asyik. Tapi gara-gara dia pemakai, jadi malas aja temenan.”
Hell-o???
Who the hell are you??
Orang, menurut saya, tidak bisa dilihat kualitasnya hanya dari dia menghisap ganja atau tidak. Lagipula, teman saya yang seenaknya bicara begitu belum tentu benar, ‘kan? Belum tentu lurus. Belum tentu bersih. Belum tentu...tidak pernah berhubungan dengan para junkie. Bisa jadi dia sirik. Bisa jadi dia tidak punya cukup banyak uang untuk membali ganja. Kasian, deh.
Kemudian ada contoh lain. Saya punya teman yang punya teman orang terpandang. Setiap hari mereka jalan berdua, setiap hari mereka ketawa bersama-sama. Tapi, apa hasilnya? Yang ada teman saya itu sombong bukan kepalang gara-gara punya teman orang terpandang. Dan dia tidak mau menyapa saya. Dia selalu dengan tatapan curios-nya yang menjijikan melihat ke arah saya. Padahal saya sudah ramah. Padahal saya sudah cukup mengenal dia. Tapi, sayangnya lagi, saya salah.
Aaaaah...banyak rasanya orang tipe-tipe tempe seperti itu. Kenapa, sih, tidak toleransi? Kenapa , sih, tidak saling mengerti?
Hahaha!
Ini juga tulisan tentang emosi saya, ya?
Lebih baik kalian tidak usah baca.
Tak apa-apa, sih, kalau memang mau.
Yahhh...
Tapi...
Tanggung akibatnya sendiri.

::hahaha::
13 nov 07

No comments: