Iya?

Harusnya saya bilang dulu, ya?
Kalau saya mau melihat kamu lama-lama dari jendela kelas di lantai tiga.
Harusnya saya kirimi kamu pesan dulu, ya?
Sebelum saya mengajakmu pergi ke satu tempat dimana ternyata kamu sudah keburu janji dengan orang lain yang akhirnya tidak bisa kamu tepati.
Harusnya saya permisi dulu, ya?
Kalau saya mau ambil foto kamu diam-diam dari jauh.
Harusnya saya minta izin dulu, ya?
Kalau saya mau menyimpan memori-memori saya tentang kamu jauh di lubuk hati yang tak tersentuh.
Haruskah sekaku itu menghadapi seorang kamu yang lucu dan menyenangkan?
Yang sangat banyak punya stok lagu-lagu bagus di i-pod.
Yang sangat banyak punya stok ganja yang disembunyikan di bawah pot.
Haruskah sampai sebegitunya?
Haruskah saya bilang, “Saya mau foto kamu.”
“Eh, besok kita jalan-jalan, yuk?”
“Boleh saya lihat kamu lama-lama dari lantai tiga?”
Ayolah...
Tolong jangan siksa saya dengan syarat-syarat yang tidak masuk akal itu.
Walaupun saya tahu dia sangat membenci saya, atau mungkin perempuan lain yang bersikap seperti saya, tapi kamu jangan terbawa-bawa sama dia. Ya?
Pokoknya, saya akan meneruskan aksi saya selama yang saya suka.
Kalau dia marah, biarkan saja.
Toh kamu juga memang sudah tidak tahan menghadapinya.


22 oct 07

No comments: