Kalau Saja Dia Tahu

Kalau saja dia tahu, mungkin dia akan diam. Mungkin dia akan lebih memilih diam daripada bercerita tentang perselingkuhan yang dia lakukan. Mungkin dia akan lebih memilih diam daripada bercerita tentang nyamannya dia memegang tangan orang lain yang bukan haknya sama sekali. Dia akan lebih memilih diam daripada harus bercerita tentang nikmatnya menggigit, nikmatnya mgnulum bibir dan lidah orang lain. Mungkin dia akan lebih memilih diam daripada harus bercerita betapa senangnya dia bisa meremas, bisa menjilat payudara perempuan lain. Sementara istrinya menunggu di rumah. Sementara istrinya tetap duduk di atas kursi meja makan walau makanan sudah dingin dan lilin yang dinyalakan sudah padam.
Kalau saja dia tahu, mungkin dia akan diam. Mungkin dia akan lebih memilih diam daripada menceritakan betapa manisnya perempuan itu, betapa bibir merah tanpa gincu itu menghantuinya di sela-sela makan siangnya. Mungkin dia akan lebih memilih diam daripada bercerita tentang bangganya dia berhasil meniduri perempuan itu, betapa bangganya dia yang berhasil menyingkirkan beberapa saingan untuk mendapatkan kenikmatan aroma tubuh memabukkan milik perempuan itu.
Kalau saja dia tahu, mungkin dia akan lebih memilih diam daripada menceeritakan betapa dia membenci istrinya, betapa dia tidak suka jenis lingerie yang dikenakan istrinya di setiap malam yang mereka lewati, betapa dia tidak suka memikirkan apa yang terselip di dalam bra merk terkenal yang dipakai istrinya setiap kali mereka mau bercinta, betapa dia tidak suka jemarinya menjelajahi tubuh perempuan yang tidak pernah bergairah di tenpat tidur itu saat rembulan datang sampai waktu shalat subuh datang.
Kalau saja dia tahu, mungkin dia akan diam. Mungkin dia akan lebih memilih diam daripada menceritakan betapa ini...betapa itu.. tentang perselingkuhannya dengan perempuan lain terhadap saya, seorang wanita rekan kerjanya yang memang wanita.Mungkin dia akan lebih memilih diam, kalau saja dia tahu... Saya itu kekasih istrinya.

No comments: