Mampus Lu!

Mampus, Lu!
Suruh siapa menunggu? Saya bilang juga kamu harusnya pergi dari ambang pintu. Saya bilang juga harusnya kamu menjauh dari situ.
Mampus Lu!
Lain kali dengar apa yang saya suruh. Lain kali pasang telinga karena dalam kasus ini kamu yang butuh. Suruh siapa jadi dungu begitu?
Mampus Lu!
Saya bilang juga apa. Harusnya kamu cepat-cepat pergi kesana. Harusnya kamu mau berepot-repot ria menunggui istri melahirkan. Daripada disini menciumi paha saya. Daripada disini merabahi apa yang tersembunyi di balik celana dalam dan bra saya.
Mampus Lu!
Makanya, jangan asal bercinta. Makanya jangan asal memasukan apa yang tersembunyi di balik celana dalam kamu ke sesuatu yang tersembunyi di balik celana dalam saya. Makanya saya bilang kamu pergi dari ambang pintu. Makanya saya bilang kamu lebih baik ke rumah sakit menunggui istri yang lebih membutuhkan kamu. Daripada bercinta sama perempuan penyakitan yang baru kamu kenal di restoran cina saat rapat dana kemarin malam.
Mampus Lu!
Saya bilang juga apa. Saya terinfeksi. Saya rugi. Kalau sekarang. Kamu yang lebih rugi
Mampus Lu!
Saya bilang juga apa.Saya sebentar lagi mau mati.Saya sudah bilang saya penyakitan. Tapi kamu tetap memaksa mau bercinta. Ya sudah saya turuti maunya si pria yang tidak mau berepot-repot ria.
Mampus Lu!
Saya sebentar lagi mau mati.Kamu sebentar setelah sebentar lagi menemani.
Mampus lu!
Suruh siapa merasa gagah setelah mencumbui perempuan gila. Saya bilang juga apa.
Mampus Lu!!!
11maret07

No comments: