Berdoa Dalam Rumah



Kalau nanti aku pergi, bukan mati
Tapi pergi dari sini saat kamu tidak siap
Biarkan aku
keluar

Disini pengap dan terlalu normal
Disini penuh kata bijak tapi tidak tahu cara mengimplemetasikan
Disini penuh wejangan tentang kebangsatan yang bisa selesai hanya dengan doa
Hanya dengan sebuah kepercayaan kalau semua bakal selesai begitu saja

Dimana aku
butuh ruang
butuh udara
butuh ruang hampa supaya aku tidak terbawa kata yang terlalu sering ditancapkan di kedua telinga
DImana aku bebas dan cengkraman doa yang katanya bisa merubah segalanya

Tidak ada kata persetan dengan doa
Tidak ada yang bisa menolak kekuatan doa
Setidaknya aku bukan
Setidaknya aku tahu aku masih punya Tuhan

Tapi
aku butuh banyak ruang
aku butuh air dan oksigen dan keributan dan keberingasa dan kebangsatan dan darah dan amarah dan pecahan gelas dan beling dan darah lagi dan tamparan dan tusukan dan

KABUR

Aku percaya
di titik didih rasa jenuh
aku akan pergi sendirian
dan hanya doa yang nantinya membawaku
padamu
pada kotak kecil yang mengikat
tirai tipis sekuat pilar dimana aku memaki "BABI!"
yang bernama rumah

Nanti
akan ada saatnya
cuma doa yang bisa membawaku kesana

No comments: