Amin

Tertegun, di pusara waktu yang membawa saya ke angan akan kamu.
Cemburu akan waktu yang lalu lalang membawa kita ke petang yang sama.
Petang yang membawa tawa, dan tanda tanya.

Saya sering.
Menemukanmu di pinggir cangkir kopi yang saya teguk.
Mendapatkanmu terselip di kata-kata manis puisi yang saya baca.
Saya sering.
Menyekamu di sela air mata yang bertubi jatuh ke bantal tiap malam.

Lebih sering.
Mengucap nama di tengah doa yang diucap tak bersuara tiap malam.
Sebelum tidur.

No comments: