Diam

Aku diselimuti napsu
Yang terbendung dari kepala sampai kakiku

Melenting, membesar
Siap dilontar ke lidah penuh tipu daya milikmu

Kamu diselimuti napsu
Yang keluar dari pori kulit berkeringatmu
Sudah terlontar, meracau kacau membludak di depan mukaku

Kita ini apa?
Kalau cuma bisa ikuti hingar bingar amarah tanpa mau meredam, mengalah

Aku itu apa?
Kalau cuma bisa membendung napsu tapi menanam dendam pada orang-orang

Kamu itu..
Ah, aku tak mau lanjut bicara
Biar kamu berjaca saja pada kesulitan hidup yang melilit leher, menusuk perut pembualmu

No comments: